Database, Ubuntu Server, Programming

Like Us

Tags

Archive

Thursday, February 20, 2014

Tutorial konfigurasi partisi LVM di Linux pada proses instalasi Ubuntu Server


Seperti yang sudah pernah saya utarakan pada tutorial sebelumnya dengan judul “Konfigurasi RAID 0 di Ubuntu server”. Partisi dengan teknik LVM ini memungkinkan kita mampu menggabungkan kapasitas dari beberapa harddisk menjadi satu buah / lebih partisi besar. Berbeda dengan teknik RAID 0 yang tidak dinamis, tidak bisa menambah harddisk ketika sudah di konfigurasi. Partisi dengan teknik LVM ini memungkinkan kita bisa menambah kapasitasnya di waktu yang akan datang. Jika pada RAID 0 2 buah harddisk sebesar 1TB, 2TB, 1TB digabungkan, maka kapasitas totalnya adalah 3TB (2TB akan dibaca menjadi 1TB sesuai plafon bawah). Jika menggunakan partisi LVM maka kapasitas totalnya adalah 4TB (1TB+1TB+2TB). Selain itu, jika anda menambah hardisk lagi sebesar 2TB ke depannya, anda dapat menggabungkan partisi 2 TB tersebut kedalam partisi LVM 4TB sebelumnya, sehingga anda memiliki total kapasitas 6TB (4TB+2TB). Kemampuan penambahan kapasitas ini juga tidak dimiliki oleh RAID 0.

LVM ini merupakan partisi virtual yang berjalan di atas partisi fisik, jika digambarkan, maka akan terlihat ilustrasi seperti di bawah ini:


Menarik bukan? Bagaimana kalau kita mulai saja langkah-langkah konfigurasi LVM di Ubuntu Linux:

Tutorial ini membahas konfigurasi LVM pada saat proses instalasi, tetapi bisa juga dilakukan ketika system telah terinstall, jika anda sudah terlanjur menginstall Ubuntu dan ingin menggabungkan harddisk tambahan di dalam system menggunakan LVM, anda bisa mengikuti tutorial di link ini, :

1. Seperti ketika anda mulai masuk step partisi harddisk seperti pad agambar di bawah, silakan pilih partisi secara manual:


2. Dari gambar di bawah, anda dapat melihat terdapat 3 buah hardisk, sda (2,1GB), sdb (4,6GB), sdc (1,1GB), rencana saya kedua partisi sda dan sdc akan saya gabung sehingga memiliki kapasitas total 3,2GB. Maka saya pilih sda (2,1GB) terlebih dahulu untuk saya konfigurasi, kemudian tekan ENTER:



3. Di pilihan selanjutnya saya diminta untuk membuat alokasi sector untuk membuat partisi baru, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, maka saya memilih yes:


4. Setelah alokasi sector untuk partisi baru di buat, anda akan melihat FREE SPACE hasil dari pengalokasian sebelumnya, untuk menyetting hasil alokasi tersebut, saya klik bagian FREE SPACE kemudian ENTER:



5. Pilih Create New Partition lalu ENTER:



6. Kemudian masukkan nilai maksimal (2,1GB) kemudian klik continue:



7. Saya memilih tipe partisinya sebagai logical partisi, anda bisa memilih menjadi primary (tidak ada alasan khusus bagi saya untuk memilih logical):



8. Kemudian pada step pertition setting, klik pada bagian use as lalu ENTER:


9. Pilih opsi physical volume for LVM seperti pada gambar di bawah:


10. Kemudian klik Done seperti pada gambar di bawah:


maka hasilnya akan ditunjukkan pada gambar di bawah:


dimana telah tercipta logical partition sebesar 2,1GB dengan file system lvm

11. Ulangi step 2-10 tadi untuk harddisk sdc (1GB), sehingga hasilnya seperti gambar di bawah:



Untuk melakukan konfigurasi, silakan pilih opsi “Configure the Logical Volume Manager” seperti pada opsi di tampilan atas kemudian ENTER.

12. Pada tampilan berikutnya seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, anda akan di konfirmasi bahwa akan melakukan konfigurasi LVM pada harddisk sda dan sdc, pilih yes:


13. Kemudian anda akan melihat pada bagian Free physical volume terdapat angka 2 yang terdiri dari sda dan sdc yang belum menjadi anggota volume grup manapun, untuk itu mari kita buat sebuah volume grup untuk menampungnya dengan memilih opsi create volume grup seperti pada tampilan di bawah:


14. Saya beri nama volume grup tersebut dengan nama data seperti pada gambar di bawah:


15. Kemudian saya akan memilih anggota physical volume yang saya jadikan anggota volume grup data, disini saya mencentang sda dan sdc seperti pada gambar di bawah:


16. Kemudian anda akan diberi informasi bahwa sudah tidak ada physical volume yang free karena semua sudah didaftarkan ke volume grup data yang tadi kita buat seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah:


kemudian mari kita buat logical volume dengan mengeklik opsi “create Logical Volume” seperti tampilan di atas.

17. Anda akan diminta memilih volume grup mana yang akan anda gunakan untuk membuat logical volume, karena saya hanya membuat satu volume grup, maka hanya ada satu pilihan disitu yaitu volume grup data seperti yang tertampil pada gambar dibawah:


18. Setelah itu, saya akan diminta memberikan nama logical volume yang akan saya buat, disini saya menamainya LV-data, tetapi anda bebas menentukan nama sesuai keinginan anda, lalu klik continue seperti pada gambar di bawah:



19. Pada step berikutnya saya diminta untuk memasukkan nilai kapasitas logical volume LV-data tadi, saya masukkan nilai maksimal seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


anda bisa memasukkan separuh atau berapapun nilai kapasitas total selama tidak melebih kapasitas volume grup, misalnya saja anda memasukkan nilai kapasitas 1,5GB, maka ke depannya nanti anda bisa membuat sebuah logical volume baru dengan sisa 1,5GB dari kapasitas sisa yang dimiliki volume grup data.

20. Kemudian anda akan diberi informasi, bahwa anda telah berhasil membuat 1 Logical volume pada tampilan di bawah:

setelah selesai, anda bisa klik finish untuk keluar dari menu konfigurasi partisi LVM

21. Dari hasil konfigurasi, anda dapat melihat bahwa terdapat sebuah partisi baru sebesar 3,2Gb gabungan dari harddisk sda dan sdc dengan teknik LVM tadi dengan nama LV-Data seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


silakan klik partisi LV-Data tersebut untuk memberikan settingan file system yang akan digunakan.

22. Pada bagian Partition setting, silakan klik opsi use as seperti pada gambar di bawah:


23. Saya memilih menggunakan format file system ext4 seperti tampilan di bawah:


24. Lalu klik bagian mount point, untuk memetakan lokasi akses partisi tersebut di dalam system nantinya:



25. saya memilih enter manually seperti biasanya


26. Kemudian saya beri nama /data di lokasi tersebut partisi LV-data tadi dapat di akses setelah system berhasil terinstall


27. Silakan klik Done, untuk menyelesaikan proses setting partisi LV-Data


28. Dari gambar di bawah, anda dapat melihat masih terdapat satu harddisk lagi yaitu sdb (4,3GB) yang belum di konfigurasi, maka saya akan klik bagian tersebut dan melakukan konfigurasi seperti biasa sebagai file system dan swap area nantinya:


Jika sudah selesai, maka akan tertampil tampilan yang mirip seperti pada gambar di bawah ini:


dimana sdb sudah dikonfigurasi untuk file system / dan swap area. Dengan begitu silakan klik finish partitioning dan mulai melanjutkan untuk step selanjutnya yaitu menulisi harddisk (sda, sdb, sdc) untuk instalasi Ubuntu server.

Setelah instalasi sistem operasi Ubuntu server selesai, silakan login, kemudian jalankan perintah:
df -h
maka akan tertampil hasil seperti pada gambar di bawah ini:
 Jika anda lihat pada tampilan di atas, partisi LVM yang tadi saya buat, sudah auto mount dengan device /dev/mapper/Data-LV- -Data yang dapat diakses dari folder /data dengan kapasitas total 2,9GB dari gabungan dua buah harddisk (sda dan sdc).

Mudah bukan melakukan konfigurasi LVM pada saat proses instalasi Ubuntu server? Pada tulisan selanjutnya mungkin saya akan membahas :

Bagaimana melakukan konfigurasi LVM saat system telah terinstall
  • Bagaimana menambah harddisk baru ke dalam volume grup
  • Bagaimana membuat logical volume yang baru, atau
  • Melakukan resize (penambahan kapasitas) logical volume yang sudah ada.

Perlu anda ketahui, bahwa sebenarnya ada kesamaan kelemahan yang dimiliki RAID 0 dan partisi LVM ini, yaitu data yang berada di dalamnya kurang begitu terlindungi, karena tidak ada pertahanan system terhadap fault harddisk, sehingga ketika ada salah satu harddisk (sda atau sdc) yang rusak, maka data di dalamnya juga ikut rusak. Kelemahan ini dapat ditanggulangi oleh fitur yang terdapat pada teknologi RAID level 1, RAID level 5 dan RAID level 6 (RAID 1, RAID 5 dan RAID 6) . Anda belum mengetahui apa itu teknologi RAID, mungkin anda bisa membaca artikel saya sebelumnya yang berjudul "Pengetahuan sigkat tentang teknologi RAID Storage". Hmm kalau anda sudah tahu sebelumnya dan tertarik dengan konfigurasi RAID 1, RAID 5 dan RAID 6 ? Kalo konfigurasi RAID 1 anda bisa membaca artikel saya yang berjudul "Konfigurasi RAID 1 di Ubuntu Server", bagaimana dengan RAID level 5 dan 6? Tenang, nanti saya akan tulis tutorialnya satu per satu, tetep ikuti terus ya tutorialnya.
Semoga membantu dan menambah pengetahuan anda :)

Beberapa artikel terkait:

1 comment:

RAKA SEPTIAN said...

windows xp