Database, Ubuntu Server, Programming

Like Us

Tags

Archive

Wednesday, February 19, 2014

Tutorial konfigurasi harddisk RAID 0 pada proses instalasi Ubuntu Server


Masih di seputaran storage, tulisan kali ini saya akan membahas bagaimana melakukan konfigurasi RAID 0. Konfigurasi RAID ini bisa menggunakan software ataupun hardware. Untuk konfigurasi RAID dengan hardware sudah pernah saya tulis di artikel sebelumnya yang berjudul “Langkah-langkah konfigurasi perangkat keras RAID”. Maka pada tulisan kali ini, saya akan melakukan konfigurasi harddisk melalui RAID software. Pada tutorial ini, konfigurasi RAID saya lakukan ketika proses instalasi Ubuntu Server. Jika ada yang belum mengerti apa itu RAID, bagaimana caranya bekerja, manfaatnya apa, maka saya sangat menyarankan untuk membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Pengetahuan tentang teknologi RAID storage”. Jika ada yang belum pernah melakukan instalasi Ubuntu server, mungkin bisa mengikuti tutorial saya yang berjudul “Tutorial instalai Ubuntu Server”. Jadi, bagaimana kalo kita langsung mulai saja, berikut langkah langkahnya:
  1. Pertama saya disini sedang melakukan proses instalasi Ubuntu Server dan sedang memasuki proses untuk konfigurasi Harddisk seperti pada gambar di bawah, dimana saya akan memilih opsi manual untuk langkah ini:
  1. Dari gambar di atas, dapat anda lihat bahwa saya menggunakan 3 buah harddisk yang terdirii dari sda (4,3GB), sdb (1,1GB) dan sdc (1,1GB). Rencananya, saya akan melakukan konfigurasi harddisk sdb dan sdc dengan RAID 0, maka saya akan memilih harddisk sdb terlebih dahulu untuk saya konfigurasi seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:
  1. Kemudian saya akan membuat sebuah alokasi sector dari harddisk sdb dengan memilih opsi yes seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


  1. Hasilnya akan terlihat pada gambar di bawah, dimana sudah tercipta alokasi sector baru sebesar 1,1GB untuk membuat tabel partisi, untuk membuat tabel partisi yang baru maka saya akan mengeklik bagian FREE SPACE tersebut dari alokasi sector yang telah dibuat:


  1. Silakan klik create new partition untuk membuat tabel partisi yang baru, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


  1. Masukkan nilai maksimal FREE SPACE (1,1GB):


  1. Pilih tipe primary untuk partisi yang baru akan dibuat tersebut:


  1. Setelah itu anda akan dibawa ke bagian setting partisi, dimana pada bagian ini anda akan diminta untuk memilih opsi opsi seperti file system apa yang akan anda gunakan, posisi mounting partisi tersebut sebagai apa dan lain-lain. Disini saya akan merubah file system yang akan saya gunakan dengan mengeklik opsi “use as” seperti pada gambar di bawah:


  1. Dari situ anda akan diminta untuk memilih opsi file system yang sekiranya dapat anda gunakan, disitu saya memilih partisi tersebut saya gunakan sebagai physical volume for RAID seperti pada gambar di bawah:
Kemudian klik done
  1. Hasil dari konfigurasi di atas, terlihat seperti pada gambar di bawah:
Dimana partisi dari harddisk sdb sudah bertanda RAID seperti tampilan di atas, kemudian silakan anda mengikuti langkah pada nomer 4-10 untuk melakukan hal yang sama seperti harddisk sdb untuk konfigurasi harddisk sdc.
  1. Setelah selesai, mari kita lakukan konfigurasi RAID 0 dengan memilih opsi “Configure software RAID” seperti pada gambar di bawah:
  1. Kemudian anda akan diberikan verifikasi bahwa harddisk sdb dan sdc yang akan diubah dan dikonfigurasi dengan software RAID:
Silakan pilih opsi yes.
  1. Lalu buatlah MD device dengan opsi “Create MD Device” seperti pada gambar di bawah:
  1. Langkah berikutnya adalah anda memilih konfigurasi RAID apa yang akan anda gunakan, disini saya memilih RAID 0:
  1. Kemudian saya memilih harddisk sdb dan sdc untuk dijadikan array RAID 0 dengan mencentang ke duanya seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, dan klik continue:

  1. Lalu klik Finish seperti gambar di bawah:
  1. Dari hasil yang dapat anda lihat pada gambar di bawah, RAID 0 akan membuat sebuah virtual harddisk dari MD device yang terdiri dari penggabungan 2 buah harddisk (@ 1GB) tadi, sehingga memiliki kapasitas total 2,1 GB:
Hanya saja, hasil dari partisi RAID 0 tersebut belum memiliki file system untuk bisa digunakan, maka klik partisi 2,1GB tersebut seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.
  1. Kemudian pada partition setting, silakan klik opsi use as, seperti pada tampilan di bawah:
  1. Lalu silakan pilih file system ext4, seperti pada gambar di bawah:

  1. Kemudian klik pada opsi mount point seperti pada gambar di bawah:
  1. Disini saya memilih untuk memasukkan namanya secara manual, terpisah dari folder untuk system, seperti pada gambar di bawah:
  1. Saya beri nama /data seperti pada gambar di bawah, kemudian klik continue:
  1. Kemudian klik done, seperti pada tampilan di bawah:
  1. Dengan mengeklik opsi done tadi, maka anda telah menyelesaikan konfigurasi RAID software dengan level RAID 0 untuk kedua harddisk sdb dan sdc, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:
Hanya saja, masih ada sda yang belum anda konfigurasi, untuk konfigurasi sda, saya akan membaginya menjadi 2 partisi dimana satu partisi (3,8GB) dengan mount point / dan file system ext4 sedangkan sisanya (500MB) akan saya gunakan sebagai swap area.
  1. Untuk memartisi harddisk sda tersebut, saya menggunakan langkah-langkah seperti yang saya gunakan pada artikel yang berjudul “Instalasi Ubuntu Server” sehingga menghasilkan konfigurasi yang mirip dengan tampilan seperti di bawah:
Setelah itu klik finish dan silakan lanjutkan langkah-langkah instalasi berikutnya
Mudah bukan melakukan konfigurasi software RAID dengan level 0 (RAID 0)? Level RAID ini akan menggabungkan beberapa harddisk menjadi satu buah array besar (logical) dengan gabungan kapasitas harddisk yang setara, sehingga apabila anda mengkonfigurasi 3 buah harddisk sebesar 2TB, 2TB dan 1TB maka anda tidak akan mendapatkan 5TB gabungan, tetapi hanya mendapatkan 3TB gabungan karena RAID 0 akan mengambil kapasitas dengan plafon terbawah. Berbeda dengan partisi LVM, anda akan mendapatkan kapasitas maksimum 5TB jika menggabungkan ke 3 harddisk tersebut dengan partisi LVM. 
Kelebihan lain dari partisi LVM adalah, anda dapat menambah kapasitas harddisk secara dinamis nantinya jika anda memasang harddisk tambahan baru di kemudian hari dan fitur tersebut tidak dimiliki oleh RAID dengan level 0 (RAID 0). Mungkin di artikel selanjutnya nanti saya akan membahas bagaimana melakukan konfigurasi LVM pada harddisk, jadi tetap stay tune ya :P
Semoga menambah pengetahuan anda, dan terima kasih telah berkunjung :-)
Beberapa artikel terkait:

2 comments:

IrwanBC said...

Mantap bos... thx...

IrwanBC said...

Mantap bos... thx.