Database, Ubuntu Server, Programming

Like Us

Tags

Archive

Friday, January 24, 2014

Bagaimana layanan server DHCP bekerja?


Pada tulisan sebelumnya yang berjudul “Membangun layanan DHCP server di Ubuntu”, kita sudah membahas bagaimana melakukan instalasi dan konfigurasi server layanan DHCP. Maka pada tulisan kali ini, saya akan membahas, bagaimana proses layanan DHCP itu terbangun antara klien dan server. Dynamic Host Configuration Protocol atau sering disingkat dengan DHCP saja, adalah sebuah protokol yang melayani konfigurasi otomatis alamat IP, netmask, gateway, serta DNS kepada kliennya.

Proses koneksi ini terjalin dari 2 pihak yang terlibat serta bersifat connectionless. Sifat connectionless ini berarti saat akan menjalin koneksi tidak perlu ada konfirmasi terlebih dahulu (antara penerima dan pengirim paket) bahwa paket akan dikirim, atau paket telah diterima secara utuh. Karena komunikasi ini bersifat connectionless, maka protocol yang digunakan dalam layanan ini adalah protocol UDP (User Datagram Packet). Server akan membuka port 67 untuk menjalin komunikasi dengan klien, sedangkan dari pihak klien akan membuka port 68 untuk berkomunikasi dengan server.

Proses terjalinnya layanan DHCP ini terbagi menjadi 4 fase, yaitu:
  • DHCP Discovery
  • DHCP Lease Offer
  • DHCP Request, dan
  • DHCP Lease Acknowledgement

Jika DHCP server dan klien berada pada subnet yang sama, maka koneksi terjalin menggunakan broadcast UDP, sedangkan apabila antara klien dan server DHCP berada pada subnet yang berbeda, maka layanan tersebut memerlukan DHCP relay agent untuk membangun koneksi.

DHCP Discovery:
Adalah proses dimana komputer klien melakukan broadcast di sebuah network untuk mengetahui apakah terdapat layanan DHCP di dalam subnetnya. Komputer klien akan menyebarkan paket UDP dengan tujuan 255.255.255.255 atau ke alamat broadcast di dalam subnetnya. Komputer klien juga merequest IP yang sama (pernah dipakai), apabila sebelumnya pernah terlayani oleh server DHCP yang sama.

DHCP Offer:
Adalah proses ketika DHCP server telah menerima request dari klien, membuat reservasi alamat IP kemudian menawarkan alamat yang telah dialokasikan kepada klien melalui paket DHCPOFFER melalui protocol UDP. Server DHCP menggunakan MAC Address dari kartu jaringan klien untuk membedakan request-request antar klien yang akan dilayaninya.


DHCP Request:
adalah proses dimana klien telah menerima paket “tawaran” dari server DHCP dan meresponnya dengan melakukan requesting terhadap alamat IP yang telah di tawarkan oleh server DHCP dengan mengirimkan paket DHCPREQUEST kepada server. Klien dapat menerima beberapa tawaran sekaligus dari beberapa server DHCP, tetapi hanya tawaran yang berasal dari salah satu server yang akan diterima oleh klien. Melalui opsi identifikasi server, setiap server akan diberitahu oleh klien melalui paket ini (DHCPREQUEST) apabila ada klien yang telah memakai layanan DHCP, sehingga server DHCP yang menawarkan akan membatalkan tawaran mereka terhadap klien tersebut.

 DHCP Acknowledgement:
Adalah proses final dari terjalinnya layanan DHCP ini, dimana server DHCP menerima paket DHCPREQUEST dari klien yang kemudian server DHCP akan mengirimkan paket DHCPACK kepada klien. Paket DHCPACK ini terdiri dari waktu atau durasi pelepasan IP yang dipakai, alamat IP yang ditawarkan dan lain-lain. Pada poin ini, proses komunikasi antara klien dan server telah selesai dan klien akan melakukan konfigurasi secara otomatis dengan parameter-parameter (Alamat IP, Subnetmask, Alamat Gateway, Alamat DNS) yang telah di berikan oleh server DHCP.
Setelah konfigurasi selesai, maka klien menggunakan paket ARP untuk memberitahu server pemberi layanan, agar alamat IP yang telah digunakan tidak ditawarkan oleh klien lainnya.

Ketika, waktu durasi pemakaian alamat IP yang diberikan oleh server DHCP habis, maka proses ini (4 fase) akan diulangi lagi oleh klien akan tetapi dengan merequest paket yang sama seperti yang telah di terima sebelumnya.

Jika server DHCP adalah authoritative server, maka server DHCP akan menolak request tersebut dan menawarkan alamat IP yang baru terhadap klien. Klien akan mendapatkan alamat IP yang sama dengan sebelumnya ketika server DHCP adalah non authoritative server.


Menarik bukan? Semoga menambah pengetahuan anda, CMIIW
 
Beberapa artikel terkait:

No comments: