Database, Ubuntu Server, Programming

Like Us

Tags

Archive

Monday, March 10, 2014

Uji coba Manual Recovery RAID 6 Harddisk di Ubuntu Server

Setelah kemaren saya mencoba mengetes system agar melakukan auto recovery system RAID, sekarang saya ingin mencoba melakukan recovery system RAID secara manual. Meneruskan dari artikel sebelumnya, komposisi harddisk yang di susun menggunakan system RAID terdiri dari sdb5, sdd5, sde5 dan sdf5 dengan kapasitas total 2GB. Sedangkan sdc5 sedang saya cabut dari posisi semula, alias tidak dipasang di server secara fisik. Langkah berikutnya adalah saya akan mencabut harddisk sdf5 secara fisik seperti yang saya lakukan pada harddisk sdc5 sebelumnya. Setelah mencabut, saya akan melihat status kapasitas system dengan menjalankan perintah:

 df -h

dari perintah di atas akan menghasilkan output seperti gambar di bawah:


dari situ kita melihat bahwa kapasitas total harddisk tidak berubah setelah harddisk sdf5 dicabut secara fisik dari system RAID. Lalu saya mencoba melihat status dari system RAID dengan menjalankan perintah:

 cat /proc/mdstat


dari perintah di atas menghasilkan output seperti pada tampilan di bawah:


dari situ anda dapat melihat bahwa komposisi harddisk telah berubah. Komposisi harddisk pada system RAID hanya terdiri dari sdb5, sdd5 dan sde5, minus sdf5 yang telah di cabut. Dan lagi dari keterangan [4/3] [U_UU] anda dapat mengetahui bahwa dari 4 harddisk yang aktif hanya tersisa 3 buah yang aktif.

Dari fitur RAID 6 yang memiliki fault tolerance hingga 2 harddisk fisik, maka saat ini system RAID saya masih menyisakan sisa satu harddisk lagi yang dapat di toleransi jika terjadi kegagalan harddisk. Untuk itu saya ingin menambahkan satu harddisk lagi agar menambahkan jumlah kegagalan harddisk yang dapat di toleransi menjadi 2 buah kembali. Karena tidak ada harddisk cadangan di system RAID, maka saya harus menambahkan harddisk baru secara manual. Berikut langkah-langkahnya:

Setelah saya mematikan Ubuntu server, saya dapat kembali memasang sdc5 yang sebelumnya saya cabut untuk dipasang ke dalam system. Setelah dihidupkan lagi, saya tinggal menambahkan sdc5 ke dalam system RAID. Saya juga tidak perlu memformat sdc5 dengan file system Physical Volume for RAID karena posisi sdc5 masih seperti sebelumnya, karena hanya sekedar dicabut tidak digunakan untuk yang lain.

Untuk menambahkan sdc5 ke dalam system RAID, saya tinggal menjalankan perintah:

 sudo mdadm --add /dev/md0 /dev/sdc5

output dari perintah di atas ditamplkan pada gambar di bawah:


Setelah berhasil menambahkan /dev/sdc5 ke dalam system saya dapat memantau proses recovery sdc5 dengan menjalankan perintah:

 cat /proc/mdstat


perintah di atas menghasilkan output tampilan seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


di situ anda dapat melihat sisa waktu recovery yang dilakukan system masih membutuhkan 0,7 menit sebelum selesai. Setelah selesai, saya kembali melihat status system RAID setelah proses recovery dengan menjalankan perintah:

 cat /proc/mdstat

serta saya juga menjalankan perintah di bawah untuk melihat kapasitas system RAID setelah proses recovery:


 df -h


output tampilan dari kedua perintah di atas ditampilkan pada gambar di bawah:


dari ouput yang ditampilkan pada gambar di atas, dapat anda baca informasi yang diberikan system bahwa komposisi system RAID telah memiliki kembali 4 harddisk yang aktif yang terdiri dari sdb5, sdc5, sdd5 dan sde5 dan kapasitas harddisk masih tetap 2GB.

Mudah bukan, melakukan manual recovery pada system RAID di Ubuntu Server, selamat mencoba dan terima kasih telah berkunjung :)

Beberapa artikel terkait:

No comments: