Database, Ubuntu Server, Programming

Like Us

Tags

Archive

Friday, March 14, 2014

Menambah spare harddisk RAID cadangan di Ubuntu Server

Pernah saya bahas di artikel “Uji coba auto recovery RAID”, bahwa system RAID mampu melakukan recovery harddisk secara otomatis ketika ada harddisk RAID yang rusak. Secara sistematis, sistem RAID akan mengganti harddisk yang rusak tersebut dengan harddisk cadangan (spare) yang telah disiapkan sebelumnya. Sehingga jumlah kapasitas fault tolerance yang dimiliki sistem RAID tetap utuh. Jika anda belum mengetahui sistem kerja teknologi RAID mungkin ada baiknya anda membaca artikel saya sebelumnya yang berjudul “Pengetahuan singkat teknologi RAID”. Lalu bagaimana jika harddisk cadangan yang telah disiapkan habis? Anda perlu mengganti harddisk yang rusak tersebut dengan harddisk yang baru, kemudian konfigurasikan harddisk yang baru tersebut dengan file system RAID dan silakan tambahkan ke dalam array (md device) RAID yang dipakai.

Sebagai skenario disini, saya menggunakan system operasi Ubuntu Server yang didalamnya telah terinstall RAID 6 yang terdiri dari sdb5, sdc5 sdd5 dan sde5 yang diset aktif sebagai RAID 6, kemudian ada sdf5 yang diset sebagai harddisk cadangan. Angka 5 disini berarti harddisk tersebut adalah extended harddisk yang memiliki ID logical 5. Kemudian saya memasang sebuah harddisk baru (sdg) yang akan saya tambahkan menjadi harddisk spare RAID 6 bersama-sama dengan sdf5 yang telah di set sebelumnya. Berikut langkah-langkahnya:
1. Pertama-tama saya melihat kondisi semula konfigurasi RAID dengan menjalankan perintah:

 cat /proc/mdstat

sehingga tertampil output seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


2. Lalu saya akan melakukan konfigurasi harddisk /dev/sdg dengan menjalankan perintah:

 sudo fdisk /dev/sdg


sehingga memiliki ouput tampilan seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


3. Kemudian untuk membuat alokasi tabe partisi baru di /dev/sdg saya memilih opsi n (new partition table) seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


silakan ikuti langkah-langkah yang ditunjukkan pada gambar di atas.

4. Jika anda membuat tabel partisi primary, maka anda tidak perlu membuat logical ID, karena sebelumnya saya membuat sebuah tabel partisi extened baru dari /dev/sdg, maka yang harus anda lakukan selanjutnya adalah membuat ID logical di dalam extended partisi tersebut. Untuk membuat ID logical baru, silakan ikuti langkah yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


5. Setelah membuat ID logical dari extended partisi, maka langkah selanjutnya adalah memformat file system logical partisi tersebut dengan menjalankan perintah “t” seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


setelah itu, anda diharuskan memasukkan kode file system yang akan anda gunakan, karena saya tidak tahu kode file system untuk RAID, maka saya menjalankan perintah “l” sehingga akan tertampil list seluruh kode file system seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


untuk file system RAID, ternyata memiliki kode “fd”, silakan masukkan kdoe “fd” seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.

6.Setelah anda memasukkan kode file system, berarti anda telah selesai melakukan konfigurasi system RAID untuk harddisk /dev/sdg , maka silakan jalankan perintah “w” untuk menyimpan seluruh konfigurasi seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


7.Untuk menambah harddisk cadangan RAID 6, maka anda tinggal menjalankan perintah seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


8.Setelah berhasil, silakan jalankan perintah:

 cat /proc/mdstat

untuk melihat status sistem RAID setelah melakukan penambahan harddisk /dev/sdg5 sebagai cadangan, output dari perintah di atas, ditampilkan pada gambar di bawah:


anda melihat hardisk /dev/sdg5 telah masuk ke dalam sistem RAID dengan id sdg5[6](S) bukan? Jika ya, berarti harddisk sdg5 telah berhasil dijadikan spare harddisk RAID 6, dengan penambahan tadi, berarti fault tolerance sistem RAID 6 bertambah menjadi 4 buah harddisk.

Mudah bukan? Semoga membantu dan silakan mencoba :-P


Beberapa artikel terkait:

5 comments:

maseadi said...

Mas ... Keuntungan Raid dengan LVm apa ya.. trus saya jg lupa partisi saya dulu menggunakan Raid apa LVM, sekarang saya mau menambah hardisk server samba saya, baiknya seperti apa. terimakasih ...

Himawan Mahardianto said...

Keuntungan dengan RAID, maka data yang anda simpan di dalam hardisk akan lebih terlindungi daripada tidak menggunakan RAID, untuk penjelasan lebih lengkapnya anda bisa membaca artikel saya yang berkaitan dengan RAID,
untuk melihat harddisk anda menggunakan LVM atau tidak, anda bisa menjalankan perintah pvdisplay,
sedangkan keuntungan dengan LVM, anda dapat menggabungkan beberapa hardisk fisik menjadi satu partisi besar, walaupun RAID 0 juga dapat melakukannya, tetapi dengan penggunaan LVM, perubahan perubahan besaran size partisi menjadi lebih dinamis dibanding dengan RAID 0. untuk lebih jelasnya, silakan baca-baca artikel tentang RAID dan LVM di blog ini.

maseadi said...

Sip-sip... tanya lagi ya mas..
Saya mau menambah hardisk untuk menampung File shared yg saya buat dengan samba, karena saat ini size hardisk sudah full. Ketika saya menerapkan penggabungan hardisk dengan LVM, setingan samba saya harus ada perubahan.. Terimakasih..

Himawan Mahardianto said...

nggak perlu ada perubahan di samba-nya, tapi dari awal harus sudah pake LVM yang file sharednya

maseadi said...

Maturnuwon...