Database, Ubuntu Server, Programming

Like Us

Tags

Archive

Tuesday, December 17, 2013

Membangun jaringan komputer dengan kabel UTP



Menurut saya, yang dimaksud dengan jaringan komputer adalah sekumpulan dari beberapa komputer dengan jumlah minimal dua komputer atau lebih, yang saling terhubung satu sama lain dan dapat saling berkomunikasi sehingga dapat disebut dengan istilah jaringan komputer. Untuk menghubungkan jaringan komputer tersebut, kita dapat menggunakan dengan dua tipe media yaitu dihubungkan secara kabel/fisik atau bertipe gelombang/wireless (tanpa kabel). Media kabel yang digunakan pun dapat bermacam-macam, seperti dengan kabel UTP, kabel STP, kabel coaxial dan kabel Fiber Optic.

Setiap kabel yang saya sebutkan di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, di tulisan saya kali ini, saya akan membahas bagaimana membuat kabel jaringan komputer menggunakan kabel UTP. Kenapa saya memilih kabel UTP ini? Karena kabel UTP ini adalah solusi termurah bagi pengguna awam, bukan pengguna berkebutuhan khusus. Selain itu alat-alat yang digunakan juga mudah ditemui di pasaran. Berikut tampilan kabel UTP ini bagi yang belum mengetahui:

Kabel UTP yang digunakan adalah kabel UTP Kategori 5e (CAT 5e), kabel ini mampu menghantarkan data dengan kemampuan maksimal 1Gbps dengan panjang maksimal yang bisa digunakan adalah 100 meter, selebihnya disarankan menggunakan repeater untuk memperkuat sinyal yang dikirimkan. Didalam kabel UTP CAT5e ini terdapat 8 buah kabel yang warnanya berbeda-beda seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


kemudian ke 8 kabel tersebut akan disusun dengan pola tertentu. Selain kabel UTP ada beberapa perangkat lainnya yang harus anda siapkan, yaitu:


1. Konektor RJ45 , yang digunakan sebagai kepala konektor untuk menghubungkan kabel ke dalam kartu jaringan, dengan bentuk seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:

2. Tang crimping, yang digunakan untuk memasang(memotong, mengupas) kabel tersebut ke dalam konektor RJ 45 agar tidak mudah lepas, gambar tang crimping tersebut salah satunya  ditunjukkan pada gambar di bawah:

3. Lan tester, yang nantinya akan digunakan untuk mengetes sambungan tiap-tiap kabel yang sudah dipasangkan ke kepala konektor. Apabila seluruhnya terhubung maka ke 8 buah lampu di kedua sisi pada Lan Tester tersebut seharusnya menyala, apabila belum seluruhnya menyala, maka lampu yang tidak menyala tersebutlah yang bermasalah sambungannya. Berikut salah satu gambar tipe Lan Tester yang saya gunakan sebagai ilustrasi:


Seperti yang telah saya utarakan di atas, bahwa untuk membuat kabel jaringan dengan UTP kita harus menyusun ke 8 kabel yang berbeda warna tersebut dengan susunan tertentu. Ada dua tipe susunan menurut standart yang di keluarkan oleh TIA/EIA (Telecommunication Industry Association / Electronics Industries Alliance) yaitu tipe T568A dan T568B.

Kenapa dalam menyusun kabel tersebut harus mengikuti standart yang dikeluarkan TIA/EIA tersebut? Apabila sesuai standart, maka setiap orang dapat melakukan troubleshooting terhadap kabel tersebut apabila terjadi suatu masalah, sehingga tidak perlu mengira-ngira atau menebak-nebak susunan kabel yang digunakan. Untuk susunannya seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:


Apabila di tiap ujung menggunakan pengkabelan tipe yang sama (T568A dengan T568A atau T568B dengan T568B) maka kabel tersebut bisa disebut dengan susunan tipe kabel straight. Sedangkan apabila kabel tersebut di tiap ujungnya memiliki susunan yang berbeda (Ujung satu menggunakan susunan tipe T568A dan di ujung satunya menggunakan susunan tipe T568B) maka kabel tersebut disusun menggunakan tipe cross over.

Tipe kabel straight umumnya digunakan untuk menghubungkan antara kartu jaringan di komputer dengan switch/hub, sedangkan tipe kabel cross over digunakan untuk menghubungkan kartu jaringan di komputer dengan  kartu jaringan di komputer yang lain atau menghubungkan switch dengan switch lainnya. Akan tetapi, sekarang banyak device (kartu jaringan di komputer, port ethernet di switch/hub) yang sudah di dukung dengan fitur auto MDI/MDIX sehingga tidak begitu mempermasalahkan apakah kabel tersebut menggunakan tipe kabel dengan susunan cross over atau dengan susunan straight untuk digunakan dalam menghubungkan antar komputer atau komputer – switch. 

2 comments:

intan purnamasari said...

makasih yua gan atas infonya
rajalistrik.com

intan purnamasari said...

makasi yua gan atas infonya,selamat sukses
rajalistrik.com