Database, Ubuntu Server, Programming

Like Us

Tags

Archive

Monday, September 11, 2017

Tutorial membangun rsync server di ubuntu


Beberapa waktu yang lalu saya melihat salah satu fitur NAS dedicated (QNAP) yang menggunakan rsync sebagai metode replikasinya ke lokasi lain. Logikanya, server sebagai tujuan replikasi harus membuka layanan rsync. Saya sendiri baru mengetahui kalau rsync bisa diaktifkan sebagai layanan komunikasinya pun tidak menggunakan SSH sebagaimana saya pernah tulis di tutorial rsync sebelumnya:

Karena saya penasaran, saya coba membangun rsync server dengan memanfaatkan Ubuntu Server. Setiap langkahnya saya catat disini dalam bentuk tutorial yang saya gunakan sebagai pengingat jikalau besok saya harus membangun ulang server rsync tersebut.

Untuk membuka layanan rsync maka kita harus memiliki aplikasi rsync, jika belum memiliki aplikasi tersebut, kita tinggal menginstallnya dengan perintah:

 sudo apt-get install rsync

setelah itu buat file konfigurasi dengan menjalankan perintah:

 sudo vim etc/rsyncd.conf

kemudian masukkan konfigurasi berikut:

 pid file = /var/run/rsyncd.pid
 lock file = /var/run/rsync.lock
 log file = /var/log/rsync.log
 port = 873

 [files]
 path = /backup
 comment = RSYNC FILES
 read only = false
 timeout = 300
 auth users = user, user2
 secrets file = /etc/rsyncd.secrets

kemudian  kita buat file otentikasi untuk menyimpan user password dengan menjalankan perintah:

 sudo vim /etc/rsyncd.secrets

pengguna layanan rsync tersebut tidak perlu terdaftar sebagai user system, disini saya buat nama penggunanya adalah user1 dan user2 yang bisa menggunakan layanan rsync, maka saya isi file rsyncd.secrets tersebut seperti berikut:


 user:password1
 user2:password2

save, kemudian saya buat folder backup dengan menjalankan perintah:


 sudo mkdir /backup

dan ubah permisinya agar bisa ditulisi oleh user rsync dengan perintah:

 sudo chmod 777 -R /backup

setelah itu saya akan mengaktifkan layanan rsync tersebut dengan menjalankan perintah:

 sudo rsync --daemon

untuk melihat aktif atau tidak layanan rsync tersebut, saya akan menjalankan perintah:


 sudo nmap localhost

jika layanan rsync berhasil diaktifkan maka port 873 akan terbuka seperti berikut ini:



kemudia saya mencoba layanan rsync tersebut dari client Ubuntu desktop dari terminal dengan menjalankan perintah:

 rsync -av RaspberryPi/  rsync://user@192.168.0.249:873/files/

dari perintah di atas, saya melakukan rsync folder RaspberryPi dan seluruh isinya, jika rsync berhasil dilakukan maka di server rsync yang beralamat 192.168.0.249 akan terlihat hasilnya seperti berikut:



berdasarkan
hasil yang tertampil diatas saya akan mencoba melihat hasil rsync yang barusan selesai berproses dengan menjalankan perintah:


 sudo ls /backup

isi folder file RaspberyPi telah berpindah di dalam server seperti yang terlihat di bawah ini:



lalu untuk mematikan layanan rsync bagaimana caranya? anda tinggal menjalankan perintah berikut:


 sudo kill `cat /var/run/rsyncd.pid`

maka jika kita jalankan lagi perintah nmap:


 sudo nmap localhost

maka layanan rsync telah non-aktif seperti berikut (layanan port 873 tertutup karena layanan rsync tela mati):



agar layanan rsync ini langsung aktif ketika server restart maka tambahkan aja skrip di bawah ini:


 /usr/bin/rsync --daemon

di dalam file /etc/rc.local, dengan begitu layanan rsync akan langsung aktif setelah server berhasil di restart.

Mudah bukan membuat layanan rsync server di Ubuntu? selamat mencoba ya, jika ada kesulitan silakan isi comment di bawah postingan ini mungkin saya bisa membantu. Jika menurut anda tutorial ini berguna silakan berbagi dengan lainnya. Terima kasih telah berkunjung :-)

No comments: